ils law firm lawyer

Menerima Somasi Pelanggaran Desain Industri, Apa yang Harus Dilakukan?

Picture of Syukrian Rahmatul'ula, SH

Syukrian Rahmatul'ula, SH

Lawyer ILS Law Firm

Menerima somasi pelanggaran Desain Industri tidak berarti Anda otomatis terbukti melakukan pelanggaran. Somasi pada dasarnya merupakan peringatan atau tuntutan dari pihak yang merasa haknya dilanggar.

Karena itu, jangan langsung mengakui tuduhan atau memenuhi seluruh permintaan yang tercantum dalam somasi. Periksa terlebih dahulu dasar hak, bukti, dan produk yang dipermasalahkan.

1. Periksa Hak Desain Industri Pihak yang Mengirim Somasi

Langkah pertama adalah memeriksa apakah pihak yang mengirim somasi benar-benar merupakan pemegang Hak Desain Industri.

Periksa sertifikat, nomor pendaftaran, tanggal penerimaan, nama pemegang hak, gambar desain yang terdaftar, serta masa perlindungannya.

Pasal 9 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri memberikan hak eksklusif kepada pemegang hak untuk melarang pihak lain tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan barang yang diberi Hak Desain Industri.

2. Bandingkan Produk yang Dipermasalahkan

Jangan hanya berpatokan pada klaim bahwa produk Anda “mirip”.

Bandingkan produk yang dipersoalkan dengan gambar atau desain yang benar-benar terdaftar. Perhatikan bentuk, konfigurasi, komposisi garis atau warna, serta unsur estetis yang menjadi objek perlindungan.

Selain itu, periksa apakah perbuatan yang dituduhkan benar-benar termasuk perbuatan yang disebut dalam Pasal 9.

3. Periksa Kebaruan Desain

Pihak yang menerima somasi juga dapat memeriksa apakah Desain Industri yang menjadi dasar tuduhan memenuhi unsur kebaruan.

Pasal 2 UU Desain Industri mensyaratkan bahwa Hak Desain Industri diberikan untuk desain yang baru. Apabila terdapat bukti bahwa desain tersebut telah diungkapkan sebelumnya, hal ini dapat menjadi bagian penting dalam strategi pembelaan.

Dalam kondisi tertentu, pihak yang berkepentingan juga dapat mengajukan gugatan pembatalan pendaftaran Desain Industri berdasarkan Pasal 38.

4. Sebaiknya Jawab Somasi

Somasi sebaiknya tidak diabaikan.

Setelah memeriksa dokumen dan posisi hukum, Anda dapat memberikan jawaban somasi untuk membantah tuduhan, meminta bukti tambahan, memberikan klarifikasi, atau membuka ruang negosiasi.

Jawaban somasi juga penting untuk menunjukkan posisi hukum Anda sejak awal apabila sengketa berlanjut ke Pengadilan Niaga atau proses hukum lainnya.

Bagaimana Jika Sengketa Berlanjut?

Pasal 46 UU Desain Industri memberikan hak kepada pemegang Hak Desain Industri atau penerima lisensi untuk mengajukan gugatan berupa ganti rugi dan/atau penghentian perbuatan yang melanggar.

Pelanggaran tertentu juga dapat diproses melalui jalur pidana berdasarkan Pasal 54, yang mengatur bahwa tindak pidana Desain Industri merupakan delik aduan.

Karena itu, respons terhadap somasi sebaiknya disusun setelah seluruh bukti dan risiko hukum dianalisis.

Konsultasi Somasi Desain Industri dengan ILS Law Firm

ILS Law Firm memberikan layanan konsultasi dan pendampingan hukum bagi pihak yang menerima somasi terkait dugaan pelanggaran Desain Industri, termasuk pemeriksaan sertifikat, analisis produk, penyusunan jawaban somasi, negosiasi, serta pendampingan apabila sengketa berlanjut ke Pengadilan Niaga atau jalur hukum lainnya.

Konsultasi dapat dilakukan secara online melalui Zoom, Google Meet, WhatsApp Call, atau panggilan telepon. Klien juga dapat berkonsultasi secara offline dengan bertemu langsung dengan tim ILS Law Firm berdasarkan jadwal yang disepakati.

Telepon / WhatsApp: 0813-9981-4209
Email: info@ilslawfirm.co.id

Publikasi dan Artikel

ILS Law Firm menyediakan tulisan-tulisan sebagai sarana edukasi dan panduan penyelesaian permasalahan terbaik dengan tingkat obyektifitas setinggi mungkin.

Terbaru